Wakil Walikota Tidore Tegaskan Pala dan Cengkeh Merupakan Identitas Wilayah

News176 Dilihat

Insertzone.com – Pala dan cengkeh bukan sekadar komoditas pertanian bagi masyarakat Tidore Kepulauan. Kedua komoditas ini memiliki nilai sejarah, budaya, ekonomi, dan ekologis yang sangat penting. Sejarah Maluku Utara tidak dapat dipisahkan dari pala dan cengkeh.

Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman pada Acara Pembukaan kegiatan Forum Koordinasi Pengelolaan Sumberdaya Genetik Lintas Sektor yang dipusatkan di Ruang Rapat Walikota Kota Tidore Kepulauan, Selasa (15/9/2026).

“Pala dan cengkeh adalah kekayaan warisan leluhur. Tanggung jawab kita memastikan kekayaan ini tidak hilang dan tetap bermanfaat bagi anak cucu. Mari jadikan forum ini momentum membangun sistem konservasi yang terintegrasi, berbasis masyarakat, ramah lingkungan, dan memberi manfaat ekonomi,” pungkas Ahmad Laiman.

Ia menegaskan komoditas ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak dahulu dan membentuk identitas wilayah. Karena itu konservasi harus dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk menjaga sumber penghidupan, lingkungan, dan warisan daerah.

Ahmad Laiman berharap forum ini melahirkan rencana aksi konkret, bukan hanya dokumen. “Siapa melakukan apa, di mana lokasinya, bagaimana pendanaannya, serta bagaimana keberlanjutannya. Forum ini harus menghasilkan kesepakatan yang bisa kita implementasikan bersama,” tegasnya.

Sementara itu, National Project Manager (NPM) proyek CDCSUI (Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia) Sudarsono dalam pengantarnya menyampaikan alasan utama pelestarian sumber daya genetik.”Karena keberadaannya memiliki dampak yang sangat besar dan berkaitan langsung dengan kehidupan serta keberlangsungan alam,” jelasnya.

Ia menyebut Indonesia memiliki keragaman SDG yang luar biasa. Banyak diantaranya diminati pasar domestik maupun internasional. Bahkan SDG yang selama ini dianggap sepele justru memiliki nilai ekonomi tinggi secara global.

Sudarsono juga menambahkan Untuk Tidore, fokus CDCSUI adalah pala dan cengkeh. “Kami hadir untuk bersama-sama membangun dan menjaga agar sumber daya genetik pala dan cengkeh tetap terpelihara, punya nilai ekonomi, dan bisa diwariskan ke generasi mendatang,” ungkapnya Sudarsono.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo, Jo Jau Kesultanan Tidore Ishak Naser, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku Utara Dr. Warsita, S.P., M.M, Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Taher Husain serta Para Pimpinan OPD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *