Produksi Padi Menurun, Harga Beras Mulai Naik

Eko-Bisnis32 Dilihat

Insertzone – Di tengah kemarau kering, pasokan beras di pasar mulai tertekan. Kondisi tersebut turut mendorong harga beras mengalami kenaikan sekitar Rp100 hingga Rp200 per kilogram.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, kemarau kering membuat sebagian besar sawah tidak lagi berproduksi sehingga pasokan beras ikut berkurang.

“Tahun ini kering, hampir tidak ada lagi sawah yang petani produksi, yang kita sebut paceklik, atau gadu. Jadi enggak ada produksi. Oleh karena itu, karena supply and demand, ya, tidak ada produksi, pasti harganya naik,” kata Zulhas dalam konferensi pers di Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026).

Menurut Zulhas, kondisi tersebut berbeda dengan tahun sebelumnya ketika Indonesia mengalami kemarau basah. Hujan masih turun hingga Desember sehingga petani tetap dapat menanam padi dan produksi beras masih tersedia di pasar.

Untuk mengantisipasi berkurangnya pasokan selama musim paceklik, pemerintah memutuskan menambah alokasi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1 juta ton untuk periode Oktober hingga Desember 2026.

Selain beras, pemerintah juga menyiapkan pasokan jagung melalui SPHP sebanyak 150 ribu ton untuk membantu peternak, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah, menghadapi potensi penurunan produksi akibat kemarau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed